1.
Makna Teks Cerita Sejarah
-
Teks
Teks /téks/ n
1 naskah yang berupa (a) kata-kata asli dari pengarang; (b) kutipan dari kitab suci untuk
pangkal ajaran atau alasan; (c)
bahan tertulis untuk dasar memberikan pelajaran, berpidato, dan sebagainya: peringatan
itu didahului dengan pembacaan -- Pancasila; berulang kali ia melirik ke dalam
-- terjemahan sajak-sajak yg sedang dibacanya; 2 wacana tertulis.
-
Cerita
ce.ri.ta
[n] (1) tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa,
kejadian, dan sebagainya): itulah -- nya ketika kami mendaki Gunung Sumbing;
(2) karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang;
kejadian dan sebagainya (baik yang sungguh-sungguh terjadi maupun yang hanya
rekaan belaka); (3) lakon yang diwujudkan atau dipertunjukkan dalam gambar
hidup (sandiwara, wayang, dan sebagainya): film ini -- nya kurang bagus; (4) ki
omong kosong; dongengan (yang tidak benar); omongan: jangan banyak –
-
Sejarah
se.ja.rah
[n] (1) asal-usul (keturunan) silsilah; (2) kejadian dan peristiwa yang
benar-benar terjadi pada masa lampau; riwayat; tambo: cerita --; (3)pengetahuan
atau uraian peristiwa dan kejadian yang benar-benar terjadi dl masa lampau;
ilmu sejarah
Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/sejarahKamusBahasaIndonesia.org
Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/sejarahKamusBahasaIndonesia.org
2.
Struktur dan Kaidah Teks Sejarah
-
Struktur :
a.
Pendahuluan
b.
Isi
c.
Penutup
-
Kaidah :
a. Menggunakan bentuk lampau (peristiwa telah terjadi).
Misalnya : Pada tahun 1945
b. Menggunakan kunjungsi untuk mengurutkan peristiwa/kejadian.
Misalnya : dan, tetapi, setelah itu,
kemudian.
c. Menggunakan keterangan dan frasa adverbial untuk
mengungkapkan waktu dan cara.
Misalnya : kemarin.
d. Menggunakan kata kerja yang menyatakan tindakan.
Misalnya : pergi, tidur.
Teks Cerita Sejarah dibagi menjadi 2 :
a. Teks Cerita Sejarah Fiksi : teks cerita sejarah yang tidak nyata.
Contoh : novel, cerpen, legenda, roman.
Contoh : novel, cerpen, legenda, roman.
b. Teks Cerita Sejarah Non-fiksi : Teks Cerita Sejarah yang nyata
Contoh : biografi, autobiografi, cerita perjalanan, catatan sejarah.
Contoh : biografi, autobiografi, cerita perjalanan, catatan sejarah.
Sumber : http://hendryanggriawan68.blogspot.in/2015/07/teks-cerita-sejarahpengertian-struktur.html
-
Ciri-ciri bahasa Teks Cerita Sejarah :
1. Memakai
bahasa yang menggunakan bahasa imaginatif atau perumpamaan.
2. Memakai
bahasa atau 'medok' bahasa daerah, dan isinya biasanya tentang perjuangan dan
tentang nasehat buat para kaum muda.
Sumber : http://brainly.co.id/tugas/2906466
·
Macam
Contoh Teks Cerita Sejarah
a. Sage
Sage adalah cerita lama
yang berhubungan dengan sejarah, yang menceritakan keberanian, kepahlawanan,
kesaktian dan keajaiban seseorang. Beberapa contoh sage, adalah: Calon Arang,
Ciung Wanara, Airlangga, Panji, Smaradahana, dan lain-lain.
Contoh sage :
Caadara
: Cerita Rakyat Dari Irian Jaya
Suatu
saat, hiduplah seorang panglima perang bernama Wire. Ia tinggal di desa Kramuderu.
Ia mempunyai seorang anak laki-laki bernama Caadara. Sejak kecil Caadara
dilatih ilmu perang dan bela diri oleh ayahnya. Wire berharap, kelak anaknya
bisa menggantikannya sebagai panglima perang yang tangguh.
Tahun
berganti. Caadara tumbuh menjadi pemuda yang gagah. Caadara juga tangkas dan
cakap. Wire ingin menguji kemampuan anaknya. Karena itulah ia menyuruh pemuda
itu berburu di hutan.Caadara mengumpulkan teman-temannya. Lalu mereka berangkat
berburu. Mereka berjalan melewati jalan setapak dan semak belukar. Di hutan
mereka menemui banyak binatang. Mereka berhasil menombak beberapa binatang.
Dari
hari pertama sampai hari keenam, tak ada rintangan yang berarti untuk Caadara
dan anak buahnya. Tapi esok harinya mereka melihat anjing pemburu. Kedatangan
anjing itu menandakan bahaya yang akan mengancam.
Caadara dan anak buahnya segera siaga. Mereka menyiapkan busur, anak panah, kayu pemukul, dan beberapa peralatan perang. Mereka waspada. Tiba-tiba terdengar pekikan keras. Sungguh menakutkan! Anak buah Caadara ketakutan. Tapi Caadara segera menyuruh mereka membuat benteng pertahanan. Mereka menuju tanah lapang berumput tinggi. Tempat itu penuh semak belukar. Di sana mereka membangun benteng untuk menangkis serangan musuh. Tiba-tiba muncullah 50 orang suku Kuala. Mereka berteriak dan menyerang Caadara dan anak buahnya. Tongkat dan tombak saling beradu. Sungguh pertempuran yang seru. Caadara tidak gentar. Ia memimpin pertempuran dengan semangat tinggi. Padahal jumlah anak buahnya tak sebanding dengan jumlah musuh.
Caadara dan anak buahnya segera siaga. Mereka menyiapkan busur, anak panah, kayu pemukul, dan beberapa peralatan perang. Mereka waspada. Tiba-tiba terdengar pekikan keras. Sungguh menakutkan! Anak buah Caadara ketakutan. Tapi Caadara segera menyuruh mereka membuat benteng pertahanan. Mereka menuju tanah lapang berumput tinggi. Tempat itu penuh semak belukar. Di sana mereka membangun benteng untuk menangkis serangan musuh. Tiba-tiba muncullah 50 orang suku Kuala. Mereka berteriak dan menyerang Caadara dan anak buahnya. Tongkat dan tombak saling beradu. Sungguh pertempuran yang seru. Caadara tidak gentar. Ia memimpin pertempuran dengan semangat tinggi. Padahal jumlah anak buahnya tak sebanding dengan jumlah musuh.
Caadara
berhasil merobohkan banyak musuh. Sedangkan musuh yang tersisa melarikan diri. Betapa
kagumnya teman-teman Caadara melihat anak panglima perang Wire. Mereka segan
dan kagum padanya. Mereka pulang sambil mengelu-elukan Caadara.Kampung gempar
dibuatnya. Wire sungguh bangga. Ia juga terharu sehingga berlinang air mata.
Tak sia-sia latihan yang diberikan pada Caadara. Kampung gempar mendengarnya.
Ayahnya terharu dan berlinang air mata. Pesta malam hari pun diadakan.
Persiapan menyerang suku Kuala pun diadakan, karena mereka telah menyerang
Caadara.
Esok
harinya, Caadara diberi anugerah berupa kalung gigi binatang, bulu kasuari yang
dirangkai indah, dengan bulu cendrawasih di tengahnya.Kemudian masyarakat desa
mempelajari Caadara Ura, yaitu taktik perang Caadara. Taktik itu berupa
melempar senjata, berlari, menyerbu dengan senjata, seni silat jarak dekat, dan
cara menahan lemparan kayu. Nama Caadara kemudian tetap harum. Ia dikenal
sebagai pahlawan dari desa itu.
b.
Legenda
Definisi dan Pengertian Legenda adalah
cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi yang ceritanya dihubungkan
dengan tokoh sejarah, telah dibumbui dengan keajaiban, kesaktian, dan
keistimewaan tokohnya. Bila melihat dari Definisi Dan Pengertian Legenda maka
Legenda dapat di bagi menjadi empat kelompok.
Legenda ada empat kelompok sebagai
berikut :
1.
Legenda
Keagamaan
Di dalam legenda keagamaan banyak kita
jumpai kisah-kisah para wali penyebar Islam, misalnya, Sunan Kalijaga dan Syekh
Siti Jenar di Jawa, sedangkan di Bali dapat kita temui legenda tentang kisah
Ratu Calon Arang.
2.
Legenda
Kegaiban.
Legenda ini berkisah tentang kepercayaan
rakyat pada alam gaib, misalnya kerajaan gaib orang Bunian di rimba raya
Sumatra, kerajaan gaib Pajajaran di Jawa Barat, kerajaan gaib Laut Kidul di
Jawa Tengah dan Yogyakarta, dan Si Manis Jembatan Ancol dari Jakarta.
3.
Legenda
Perseorangan
Legenda perseorangan menceritakan tokoh
tertentu yang dianggap pernah ada dan terjadi, misalnya Sabai nan Aluih dan Si
Pahit Lidah dari Sumatra, Si Pitung dan Nyai Dasima dari Jakarta, Lutung
Kasarung dari Jawa Barat, Rara Mendut dan Jaka Tingkir dari Jawa Tengah,
Suramenggolo dari Jawa Timur, serta Jayaprana dan Layonsari dari Bali.
4.
Legenda
Lokal
Legenda lokal adalah legenda yang
berhubungan dengan nama tempat terjadinya gunung, bukit, danau, dan sebagainya.
Misalnya, legenda terjadinya Danau Toba di Sumatra, Sangkuriang (legenda Gunung
Tangkuban Parahu) di Jawa Barat, Rara Jonggrang di Yogyakarta dan Jawa Tengah,
Ajisaka di Jawa Tengah, dan Desa Trunyan di Bali.
Contoh Legenda :
Legenda Candi
Prambanan
Di
dekat kota Yogyakarta terdapat candi Hindu yang paling indah di Indonesia.
Candi ini dibangun dalam abad kesembilan Masehi. Karena terletak di desa
Prambanan, maka candi ini disebut candi Prambanan tetapi juga terkenal sebagai
candi Lara Jonggrang, sebuah nama yang diambil dari legenda Lara Jonggrang dan
Bandung Bondowoso.
Beginilah
ceritanya.
Konon
tersebutlah seorang raja yang bernama Prabu Baka. Beliau bertahta di Prambanan.
Raja ini seorang raksasa yang menakutkan dan besar kekuasaannya. Meskipun
demikian, kalau sudah takdir, akhirnya dia kalah juga dengan Raja Pengging.
Prabu Baka meninggal di medan perang. Kemenangan Raja Pengging itu disebabkan
karena bantuan orang kuat yang bernama Bondowoso yang juga terkenal sebagai
Bandung Bondowoso karena dia mempunyai senjata sakti yang bernama Bandung.
Dengan persetujuan Raja Pengging, Bandung Bondowoso menempati Istana Prambanan. Di sini dia terpesona oleh kecantikan Lara Jonggrang, putri bekas lawannya — ya, bahkan putri raja yang dibunuhnya. Bagaimanapun juga, dia akan memperistrinya.
Dengan persetujuan Raja Pengging, Bandung Bondowoso menempati Istana Prambanan. Di sini dia terpesona oleh kecantikan Lara Jonggrang, putri bekas lawannya — ya, bahkan putri raja yang dibunuhnya. Bagaimanapun juga, dia akan memperistrinya.
Lara
Jonggrang takut menolak pinangan itu. Namun demikian, dia tidak akan
menerimanya begitu saja. Dia mau kawin dengan Bandung Bondowoso asalkan
syarat-syaratnya dipenuhi. Syaratnya ialah supaya dia dibuatkan seribu candi
dan dua sumur yang dalam. Semuanya harus selesai dalam waktu semalam. Bandung
Bondowoso menyanggupinya, meskipun agak keberatan. Dia minta bantuan ayahnya
sendiri, orang sakti yang mempunyai balatentara roh-roh halus.
Pada
hari yang ditentukan, Bandung Bondowoso beserta pengikutnya dan roh-roh halus
mulai membangun candi yang besar jumlahnya itu. Sangatlah mengherankan cara dan
kecepatan mereka bekerja. Sesudah jam empat pagi hanya tinggal lima buah candi
yang harus disiapkan. Di samping itu sumurnya pun sudah hampir selesai.
Seluruh penghuni Istana Prambanan menjadi kebingungan karena mereka yakin bahwa semua syarat Lara Jonggrang akan terpenuhi. Apa yang harus diperbuat? Segera gadis-gadis dibangunkan dan disuruh menumbuk padi di lesung serta menaburkan bunga yang harum baunya. Mendengar bunyi lesung dan mencium bau bunga-bungaan yang harum, roh-roh halus menghentikan pekerjaan mereka karena mereka kira hari sudah siang. Pembuatan candi kurang sebuah, tetapi apa hendak dikata, roh halus berhenti mengerjakan tugasnya dan tanpa bantuan mereka tidak mungkin Bandung Bondowoso menyelesaikannya.
Keesokan harinya waktu Bandung Bondowoso mengetahui bahwa usahanya gagal, bukan main marahnya. Dia mengutuk para gadis di sekitar Prambanan — tidak akan ada orang yang mau memperistri mereka sampai mereka menjadi perawan tua. Sedangkan Lara Jonggrang sendiri dikutuk menjadi arca. Arca tersebut terdapat dalam ruang candi yang besar yang sampai sekarang dinamai candi Lara Jonggrang. Candi-candi yang ada di dekatnya disebut Candi Sewu yang artinya seribu.
Seluruh penghuni Istana Prambanan menjadi kebingungan karena mereka yakin bahwa semua syarat Lara Jonggrang akan terpenuhi. Apa yang harus diperbuat? Segera gadis-gadis dibangunkan dan disuruh menumbuk padi di lesung serta menaburkan bunga yang harum baunya. Mendengar bunyi lesung dan mencium bau bunga-bungaan yang harum, roh-roh halus menghentikan pekerjaan mereka karena mereka kira hari sudah siang. Pembuatan candi kurang sebuah, tetapi apa hendak dikata, roh halus berhenti mengerjakan tugasnya dan tanpa bantuan mereka tidak mungkin Bandung Bondowoso menyelesaikannya.
Keesokan harinya waktu Bandung Bondowoso mengetahui bahwa usahanya gagal, bukan main marahnya. Dia mengutuk para gadis di sekitar Prambanan — tidak akan ada orang yang mau memperistri mereka sampai mereka menjadi perawan tua. Sedangkan Lara Jonggrang sendiri dikutuk menjadi arca. Arca tersebut terdapat dalam ruang candi yang besar yang sampai sekarang dinamai candi Lara Jonggrang. Candi-candi yang ada di dekatnya disebut Candi Sewu yang artinya seribu.
c. Mitos
(Mite)
Secara
sederhana, definisi mitos adalah suatu informasi yang sebenarnya salah tetapi
dianggap benar karena telah beredar dari generasi ke generasi. Begitu luasnya suatu
mitos beredar di masyarakat sehingga masyarat tidak menyadari bahwa informasi
yang diterimanya itu tidak benar. Karena begitu kuatnya keyakinan masyarakat
terhadap suatu mitos tentang sesuatu hal, sehingga mempengaruhi perilaku
masyarakat. Mitos atau mite (myth) adalah cerita prosa rakyat yang di tokohi
oleh para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain
(kahyangan) pada masa lampau dan dianggap benar-benar terjadi oleh yang
punya cerita atau penganutnya. Mitos juga disebut Mitologi, yang kadang
diartikan Mitologi adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan
bertalian dengan terjadinya tempat, alam semesta, para dewa, adat istiadat, dan
konsep dongeng suci. Mitos juga merujuk kepada satu cerita dalam sebuah kebudayaan
yang dianggap mempunyai kebenaran mengenai suatu peristiwa yang pernah terjadi
pada masa dahulu. Jadi, Mitos adalah cerita tentang asal-usul alam semesta,
manusia, atau bangsa yang diungkapkan dengan cara-cara gaib dan mengandung arti
yang dalam. Mitos juga mengisahkan petualangan para dewa, kisah
percintaan mereka, kisah perang mereka dan sebagainya. Mengapa Mitos di
Percaya? Sebab masyarakat beranggapan mitos sangat berpengaruh pada kehidupan
masyarakat, khususnya masyarakat tradisional yang masih sangat kental budaya
kedaerahannya. Mereka kebanyakan mengabaikan logika dan lebih mempercayai
hal-hal yang sudah turun temurun dari nenek moyang. Pada dasarnya, mitos orang
zaman dahulu memiliki tujuan yang baik untuk kelangsungan hidup keturunannya
Ada masyarakat yang mempercayai mitos tersebut, ada juga masyarakat yang tidak
mempercayainya. Jika mitos tersebut terbukti kebenarannya, maka masyarakat yang
mempercayainya merasa untung. Tetapi jika mitos tersebut belum terbukti
kebenarannya, maka masyarakat bisa dirugikan. Mitos dipercaya sebagai ajaran
nenek moyang tentang apa yang tidak boleh dilakukan agar tidak tertimpa daerah.
·
Beberapa Contoh-Contoh Mitos:
1.
Tertimpa cicak tandanya sial .
Sial di sini maksudnya dari tertimpa cicak itu sendiri. Siapa yang tidak sial
kalau sedang enak – enak duduk tiba – tiba tertimpa cicak.
2.
Wanita tidak boleh duduk di depan
pintu pamali . Zaman dahulu wanita masih menggunakan rok, belum ada yang
memakai celana. Jadi, kalau ada wanita yang duduk di depan pintu pasti akan
terlihat…ya gitu deh. Pasti banyak mengundang hawa nafsu.
3.
Jangan bersiul pada malam
hari karena mengundang setan. Maksudnya adalah agar tidak mengganggu
orang – orang yang sedang tidur.
4.
Memakai payung di dalam rumah
berarti sial. Ya sial kalau lagi ada banyak orang di dalam rumah dan kita
memakai payung. Mungkin orang – orang di sekitar Anda akan merasa terganggu
atau tercolok matanya.
Sumber
: https://ulfamr.wordpress.com/2012/10/14/definisi-mitos-legenda-dancerita-rakyat/
d.
Fabel
Fabel adalah cerita yang menceritakan
kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai manusia. Cerita tersebut tidak
mungkin kisah nyata. Fabel adalah cerita fiksi, maksudnya
khayalan belaka (fantasi). Kadang fabel memasukkan karakter minoritas berupa
manusia.
Contoh judul-judul cerita fabel :
Kelinci
dan Kura-Kura
Di
sebuah hutan kecil di pinggir desa ada seekor kelinci yang sombong. Dia suka
mengejek hewan-hewan lain yang lebih lemah. Hewan-hewan lain seperti kura-kura,
siput, semut, dan hewan-hewan kecil lain tidak ada yang suka pada kelinci yang
sombong itu. Suatu hari, si kelinci berjalan dengan angkuhnya mencari lawan
yang lemah untuk diejeknya. Kebetulan dia bertemu dengan kura-kura.
“Hei,
kura-kura, si lambat, kamu jangan jalan aja dong, lari begitu, biar cepat
sampai.”
“Biarlah
kelinci, memang jalanku lambat. Yang penting aku sampai dengan selamat ke
tempat tujuanku, daripada cepat-cepat nanti jatuh dan terluka.”
“Hei
kura – kura, bagaimana kalau kita adu lari? Kalau kau bisa menang, aku akan
beri hadiah apapun yang kau minta!”
Padahal
di dalam hati kelinci berkata, “Mana mungkin dia akan bisa mengalahkanku?”
Kura-kura
menjawab, “Wah, kelinci mana mungkin aku bertanding adu cepat denganmu, kamu
bisa lari dan loncat dengan cepat, sedangkan aku berjalan selangkah demi
selangkah sambil membawa rumahku yang berat ini.”
Kelinci
menjawab lagi, “Nggak bisa, kamu nggak boleh menolak tantanganku ini! Pokoknya
besok pagi aku tunggu kau di bawah pohon beringin. Aku akan menghubungi Serigala
untuk menjadi wasitnya.”
Kura-kura
hanya bisa diam melongo. Di dalam hatinya berkata, “Mana mungkin aku bisa
mengalahkan kelinci?”
Keesokan
harinya si Kelinci menunggu dengan sombongnya di bawah pohon beringin. Serigala
juga sudah datang untuk menjadi wasit. Setelah Kura-kura datang Serigala
berkata.
“Peraturannya
begini, kalian mulai dari pohon garis di sebelah sana yang di bawah pohon mangga
itu. Kalian bisa lihat?”
Kelinci
dan kura-kura menjawab, “Bisa!”
“Nah
siapa yang bisa datang duluan di bawah pohon beringin ini, itulah yang menang.”
Oke, satu, dua, tiga, mulai!”
Kelinci
segera meloncat mendahului kura-kura, yang mulai melangkah pelan karena dia tidak
bisa meninggalkan rumahnya.
“Ayo
kura-kura, lari dong!” Baiklah aku tunggu disini ya.”
Kelinci
duduk sambil bernyanyi. Angin waktu itu berhembus pelan dan sejuk, sehingga
membuat kelinci mengantuk dan tak lama kemudian kelinci pun tertidur. Dengan
pelan tapi pasti kura-kura melangkah sekuat tenaga. Dengan diam-diam dia
melewati kelinci yang tertidur pulas. Beberapa langkah lagi dia akan mencapai
garis finish. Ketika itulah kelinci bangun. Betapa terkejutnya dia melihat
kura-kura sudah hampir mencapai finish sekuat tenaga dia berlari dan meloncat
untuk mengejar kura-kura. Namun sudah terlambat, kaki kura-kura telah menyentuh
garis finish dan pak serigala telah memutuskan bahwa pemenangnya adalah
kura-kura. Si kelinci sombong terdiam terhenyak, seolah tak percaya bahwa dia bisa
tertidur. Jadi siapa pemenangnya tentu saja kura-kura.
-
Fungsi
fabel :
Fabel
sering digunakan sebagai cerita dalam rangka mendidik masyarakat. Misalnya
cerita tadi. Amanat yang dapat anda petik adalah jangan sekali-kali berbuat
sombong. Karena kesombongan bukan senjata yang tepat untuk memenangkan
kejuaraan.
BIOGRAFI
DAN OTOBIOGRAFI
1.
Biografi
Biografi adalah suatu tulisan yang berisikan mengenai kisah tentang
kehidupan suatu orang. Biografi sendiri menceritakan berdasarkan dari kegiatan
hidupnya seseorang misalnya tanggal lahir,alamat,nama orang tua, riwayat
pendidikan, peristiwa penting dalam kehidupan seseorang, atau peristiwa menarik
kehidupan sehari-hari, jasa, hasil karya sampai meniggalnya seseorang.
2.
Autobiografi atau otobiografi adalah suatu tulisan yang ditulis dari subjeknya sendiri
atau dapat dikatakan menulis biografi sendiri. Autobiografi menulis riwayat
dirinya sendiri berdasarkan pengalaman yang dilewatinya / ingatan pengarang
.Autobiografi biasanya lebih mengandalakan dokumen sebagai referensi tulisannya
dan berbagai sudut pandang penulis.
Contoh Singkat Biografi
dan Otobiografi
1.
Contoh Biografi
Anton
M, Moeliono lahir di Bandung, 21 Februari 1929. Tahun 1956, ia mendapatkan
gelar sarjana bahasa dari Fakultas Sastra (FS) Universitas Indonesia (UI).
Jakarta. Tahun 1965, ia memeroleh gelar Master of Arts in Generasi Linguistic,
dari Cormel University, Amerika serikat. Tahun 1981, ia memperoleh gelar Doktor
ilmu Sastra Bidang Linguistik dari FS UI Jakarta.
2. Contoh
Otobiografi
Nama
saya Dalang Wanataka, saya lahir di Sumatera, 22 April 1995, saya anak pertama
dari dua bersaudara. Aktifitas keseharian saya masih kuliah semester 7. Ayah
saya Surif Riyadi dan Ibu saya Miranti. Ayah saya seorang petani dan Ibu saya
seorang ibu rumah tangga. Adik saya bernama Andayani masih kelas 6 SDN.
Sumber :
http://wonoderyo.blogspot.com/2014/01/pengertian-dan-contoh-biografi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar