FIFA WORLD CUP
BRAZIL
Pesona sepak bola sebagai salah satu olahraga paling
top sejagat memang tak pernah pudar. Di setiap generasi, selalu saja muncul gelombang
penggemarnya. Baik itu dipandang sebagai olahraga kesukaan maupun sekadar tontonan
untuk hiburan, sepak bola tidak pernah habis untuk diulik. Salah satu kompetisi
akbar yang sayang untuk dilewatkan adalah Piala Dunia.
Sejarah Piala Dunia mulai digelar pada 1930 di
Uruguay, dengan hanya melibatkan tiga belas negara, sembilan negara dari Benua Amerika
(Amerika Serikat, Argentina, Brasil, Bolivia, Chili, Meksiko, Paraguay, Peru,
dan Uruguay) dan empat negara dari Benua Eropa (Prancis, Rumania, Belgia, dan
Yugoslavia). Sejak itu, Piala Dunia selalu digelar empat tahun sekali. Akan
tetapi, pada 1942 dan 1946, ajang penyelenggaraan Piala Dunia terpaksa ditunda
karena meletusnya Perang Dunia II. Maka, hingga penyelenggaraannya yang terakhir
di Brasil pada 2014, Piala Dunia telah berhasil digelar sebanyak dua puluh
kali. Dua puluh trofi Piala Dunia
berhasil direbut oleh
delapan negara berbeda, yaitu tiga negara dari Benua Amerika
dan lima negara dari Benua Eropa.
Brasil
merupakan negara yang
paling banyak mengoleksi
trofi. Trofi yang berjumlah lima itu diraih pada 1958, 1962, 1970, 1994,
dan 2002. Seperti halnya Italia yang telah meraih empat trofi pada 1934, 1938,
1982, dan 2006, Jerman pun telah meraih jumlah trofi yang sama, yaitu pada
1954, 1974, 1990, dan 2014. Lalu Argentina meraih dua trofi, tahun 1978 dan
1986. Uruguay juga meraih dua trofi pada 1930 dan 1950. Kemudian Prancis
mendapat satu trofi pada 1998, Inggris juga dengan satu trofi pada 1966, serta
Spanyol dengan satu trofi pada 2010.
Piala Dunia ini dicetus oleh Jules Rimet, Presiden
FIFA, yang memiliki impian menggelar turnamen internasional sepak bola. FIFA
yang diketuainya saat itu sempat memasukkan sepak bola di Olimpiade 1924 yang
dimenangi Uruguay. Namun, gemanya belum
besar. Selain itu,
muncul konflik siapa
yang berhak mengatur turnamen
itu, FIFA atau Komite Olimpiade Internasional (IOC). Oleh sebab itu, FIFA mencoba
membuat turnamen sendiri pada 1928 dengan tuan rumah Hungaria. Akan tetapi,
turnamen ini gagal karena tidak memiliki banyak peminat, hanya diikuti oleh empat
tim.
Pada 1930, akhirnya turnamen besar sepak bola ini
terwujud. Piala Dunia yang diprakarsai oleh Jules Rimet pertama kali digelar di
Uruguay. Negara ini terpilih karena telah menjadi juara bertahan sepak bola
pada Olimpiade. Selain itu, pada tahun tersebut bertepatan dengan seratus tahun
kemerdekaan Uruguay.
Untuk menggelar Piala Dunia, Uruguay melakukan
persiapan yang serius. Di ibukota negara, Montevideo, dibangun sebuah stadion raksasa
bernama Stadion Centenario berkapasitas 95.000 penonton untuk menyelenggarakan
turnamen akbar ini.
Jika saat ini berbagai negara berebut tiket untuk
dapat bermain di turnamen ini, pada Piala Dunia yang dibuka 13 Juli 1930 tersebut
pihak FIFA justru kesusahan mencari peserta. Sebagai penyelenggaraan perdana,
FIFA tidak mengadakan mekanisme kualifikasi bagi setiap negara yang ingin
bertanding. FIFA bahkan mengundang seluruh asosiasi sepak bola di setiap negara
untuk berpartisipasi di kompetisi ini. Pada waktu itu, FIFA hanya memberikan
batas akhir pendaftaran bagi setiap negara untuk dapat diterima menjadi peserta
Piala Dunia.
Undangan FIFA ini mendapatkan respons besar dari
beberapa negara di Benua Amerika. Sementara itu, negara di Benua Eropa tidak
begitu antusias merespons undangan ini. Hal ini disebabkan oleh faktor jarak.
Kedekatan jarak negara di Benua Amerika dengan tempat penyelenggaraan turnamen
sepak bola ini membuat mereka antusias untuk mengikuti pertandingan. Sedangkan
negara di Benua Eropa harus melakukan perjalanan laut mengarungi Samudera Atlantik,
karena pada saat itu jalur udara menggunakan pesawat masih sangat jarang. Tentu
saja perjalanan ini menghabiskan biaya yang tidak sedikit dan waktu yang tidak
sebentar.
Hingga batas akhir pendaftaran, FIFA tidak menerima
satu pun konfirmasi keikutsertaan negara di Eropa. Bahkan, pada dua bulan sebelum
Piala Dunia digelar, pesertanya masih berjumlah sembilan negara.
Kondisi yang demikian memaksa Jules Rimet turun
tangan. Ia melobi beberapa negara Eropa untuk ikut dalam Piala Dunia. Akirnya
empat negara Eropa setuju untuk berpartisipasi. Prancis memang dibujuk secara
langsung oleh Jules Rimet untuk ikut serta. Sementara itu, Belgia dirayu oleh
Wakil Presiden FIFA, Rodolphe Seldrayers. FIFA bahkan menyediakan kapal laut untuk
mengantarkan negara yang dibujuknya sampai ke tempat penyelenggaraan Piala Dunia
di benua seberang.
Para pemain, pelatih, dan ofisial tim Prancis,
Belgia, dan Rumania berangkat menuju Benua Amerika dengan menumpang kapal SS Conte
Verde. Kapal ini juga mengangkut Jules Rimet bersama tiga wasit dari Eropa,
Jean Langenus (Belgia), Henri Christophe (Belgia), dan Thomas Balway (Prancis).
Kapal ini menjadi sangat istimewa karena Jules Rimet membawa trofi Piala Dunia
pertama. Sementara itu, pemain dan pelatih dari negara Yugoslavia berangkat secara
terpisah menggunakan kapal Florida dari Pelabuhan Marseille.
Kapal SS Conte Verde memulai perjalanan bersejarah
ini dari Pelabuhan Genoa dengan mengangkut tim dari Rumania. Kapal ini lalu
berlabuh di Dermaga Villefranche-sur-Mer untuk menjemput tim Prancis. Sementara
itu, tim Belgia menunggu di Pelabuhan Barcelona. Kapal ini juga berlabuh di
Dermaga Rio de Janeiro untuk menjemput tim Brasil. Kapal milik Italia ini lalu
menuju Pelabuhan Santos untuk menjemput beberapa pemain lainnya. Kapal ini
akhirnya sampai di Uruguay pada 4 Juni 1930, tepat 9 hari sebelum Piala Dunia
perdana itu dimulai.
30 Juli 1930 menjadi saat bersejarah dalam dunia
persebakbolaan, terutama bagi Uruguay yang melanjutkan kemenangan pada Olimpiade
1924 dan 1928. Tuan rumah ini memenangi Piala Dunia FIFA perdana dengan skor 4-2
mengalahkan negara tetangga sekaligus rival mereka, Argentina.
Akan tetap, kondisi politik-ekonomi dunia yang belum
stabil menyebabkan jumlah peserta Piala Dunia selanjutnya juga turut tidak
stabil. Misalnya, pada Piala Dunia 1934 di Italia, jumlah peserta Piala Dunia
menjadi enam belas negara dan pada penyelenggaraan yang ketiga, 1938 di
Prancis, peserta Piala Dunia berkurang menjadi lima belas negara. Kompetisi ini
bahkan sempat dihentikan selama 12 tahun (tiga kali penyelenggaraan) akibat Perang
Dunia II. Pada 1950, Piala Dunia kembali digelar di Brasil dengan hanya diikuti
tiga belas negara.
Penyelenggaraan Piala Dunia baru mulai stabil,
setidaknya dilihat dari jumlah peserta, sejak gelaran yang kelima di Swiss
(1954). Sejak itu, jumlah peserta Piala Dunia tetap enam belas negara hingga pelaksanaan
yang kesebelas di Jerman barat (1978). Mulai 1982, diselenggarakan di Spanyol,
pihak FIFA kemudian menambah jumlah peserta menjadi dua puluh empat negara.
Jumlah ini terus bertambah hingga Piala Dunia kelima belas di Amerika Serikat (1994).
Saat FIFA menggelar Piala Dunia yang keenam belas di
Prancis, jumlah peserta bertambah menjadi tiga puluh dua negara. Jumlah ini
bertahan hingga gelaran Piala Dunia kedua puluh di Brasil (2014). Berdasarkan
pernyataan Sepp Blatter (Presiden FIFA) dan Michel Plattini (Presiden UEFA),
jumlah tersebut dimungkinkan akan terus bertambah hingga empat puluh negara
peserta.
Selain mengenai jumlah pesera dalam Piala Dunia,
bahasan lain yang tidak kalah
menarik untuk diperbincangkan adalah
trofi Piala Dunia itu. Trofi yang saat ini selalu “keliling dunia”
sebelum penyelenggaran Piala Dunia digelar itu bukanlah trofi yang sejak awal digunakan
dalam Piala Dunia.
FIFA menggunakan trofi bernama Jules Rimet Cupsejak awal
gelaran turnamen besar ini hingga Piala Dunia kesembilan pada 1970. Trofi
pertama ini didesain oleh seorang pemahat berkebangsaan Prancis, Abel Lafleur.
Trofi Jules Rimet ini kemudian digantikan oleh trofi
FIFA World Cuppada gelaran Piala Dunia kesepuluh (1974). Trofi ini dibuat oleh
seorang pemahat asal Italia, Silvio Gannaziga. Jerman merupakan negara
pertama yangn berhasil
menyimpan trofi ini. FIFA World Cup tersebut masih digunakan
hingga gelaran Piala Dunia kedua puluh di Brasil.
Mengidentifikasi
Peristiwa pada Teks 3 : FIFA WORLD CUP BRAZIL
Paragraf
|
Identifikasi
dalam Teks
|
Pesona sepak
bola sebagai salah satu olahraga paling top sejagat memang tak pernah pudar.
Di setiap generasi, selalu saja muncul gelombang penggemarnya. Baik itu
dipandang sebagai olahraga kesukaan maupun sekadar tontonan untuk hiburan,
sepak bola tidak pernah habis untuk diulik. Salah satu kompetisi akbar yang sayang
untuk dilewatkan adalah Piala Dunia.
|
1. Peristiwa
yang diidentifikasi pada tahap orientasi ini adalah Piala Dunia.
2. Peristiwa
tersebut terjadi di seluruh dunia.
3. Peristiwa
ini terjadi karena di setiap generasi, selalu saja muncul
gelombang penggemarnya. Baik itu dipandang sebagai olahraga kesukaan maupun
sekadar tontonan untuk hiburan.
|
Sejarah Piala
Dunia mulai digelar pada 1930 di Uruguay, dengan hanya melibatkan tiga belas
negara, sembilan negara dari Benua Amerika (Amerika Serikat, Argentina,
Brasil, Bolivia, Chili, Meksiko, Paraguay, Peru, dan Uruguay) dan empat
negara dari Benua Eropa (Prancis, Rumania, Belgia, dan Yugoslavia). Sejak itu,
Piala Dunia selalu digelar empat tahun sekali. Akan tetapi, pada 1942 dan
1946, ajang penyelenggaraan Piala Dunia terpaksa ditunda karena meletusnya
Perang Dunia II. Maka, hingga penyelenggaraannya yang terakhir di Brasil pada
2014, Piala Dunia telah berhasil digelar sebanyak dua puluh kali. Dua puluh trofi Piala
Dunia berhasil direbut
oleh delapan negara
berbeda, yaitu tiga negara dari Benua Amerika dan lima negara dari
Benua Eropa.
|
1.
Peristiwa
yang dimaksud terjadi pada 1930, 1942 dan 1946
2.
Peristiwa
tersebut terjadi di Uruguay
3.
Peristiwa
ini terjadi empat tahun sekali.
4.
Pelaku dalam
peristiwa tersebut adalah tiga
belas negara, sembilan negara dari Benua Amerika (Amerika Serikat, Argentina,
Brasil, Bolivia, Chili, Meksiko, Paraguay, Peru, dan Uruguay) dan empat
negara dari Benua Eropa (Prancis, Rumania, Belgia, dan Yugoslavia).
|
Brasil merupakan
negara yang paling
banyak mengoleksi trofi. Trofi yang berjumlah lima itu diraih
pada 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002. Seperti halnya Italia yang telah
meraih empat trofi pada 1934, 1938, 1982, dan 2006, Jerman pun telah meraih
jumlah trofi yang sama, yaitu pada 1954, 1974, 1990, dan 2014. Lalu Argentina
meraih dua trofi, tahun 1978 dan 1986. Uruguay juga meraih dua trofi pada
1930 dan 1950. Kemudian Prancis mendapat satu trofi pada 1998, Inggris juga
dengan satu trofi pada 1966, serta Spanyol dengan satu trofi pada 2010.
|
1. Pelaku
dalam peristiwa tersebut adalah Brasil, Italia, Jerman, Argentina,
Perancis, Inggris, serta Spanyol.
2. Peristiwa
ini terjadi pada 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002. Pada 1934, 1938, 1982, dan 2006.
Pada 1954, 1974, 1990, dan 2014. Pada tahun 1978 dan 1986. pada 1930 dan
1950. Pada 1998. Pada 1966. Pada 2010.
|
Piala Dunia
ini dicetus oleh Jules Rimet, Presiden FIFA, yang memiliki impian menggelar
turnamen internasional sepak bola. FIFA yang diketuainya saat itu sempat
memasukkan sepak bola di Olimpiade 1924 yang dimenangi Uruguay. Namun,
gemanya belum besar. Selain
itu, muncul konflik
siapa yang berhak mengatur turnamen itu, FIFA atau
Komite Olimpiade Internasional (IOC). Oleh sebab itu, FIFA mencoba membuat
turnamen sendiri pada 1928 dengan tuan rumah Hungaria. Akan tetapi, turnamen
ini gagal karena tidak memiliki banyak peminat, hanya diikuti oleh empat tim.
|
1.
Pelaku
dalam peristiwa tersebut Jules Rimet
2.
Peristiwa
yang dimaksud terjadi pada Olimpiade 1924
3.
Peristiwa
tersebut terjadi di Uruguay
4.
Peristiwa
ini berawal FIFA mencoba membuat turnamen
sendiri pada 1928 dengan tuan rumah Hungaria.
5.
Peristiwa ini gagal
karena tidak memiliki banyak peminat, hanya diikuti oleh empat tim.
|
Pada 1930,
akhirnya turnamen besar sepak bola ini terwujud. Piala Dunia yang diprakarsai
oleh Jules Rimet pertama kali digelar di Uruguay. Negara ini terpilih karena
telah menjadi juara bertahan sepak bola pada Olimpiade. Selain itu, pada
tahun tersebut bertepatan dengan seratus tahun kemerdekaan Uruguay.
|
1. Peristiwa
ini terjadi pada 1930.
2. Pelaku
dalam peristiwa ini adalah Jules Rimet.
3. Peristiwa
ini terjadi di Uruguay.
4. Peristiwa
ini terjadi karena Uruguay terpilih menjadi
juara bertahan sepak bola pada Olimpiade.
|
Untuk
menggelar Piala Dunia, Uruguay melakukan persiapan yang serius. Di ibukota negara,
Montevideo, dibangun sebuah stadion raksasa bernama Stadion Centenario
berkapasitas 95.000 penonton untuk menyelenggarakan turnamen akbar ini.
|
1. Pelaku
dalam peristiwa tersebut adalah Uruguay.
|
Jika saat
ini berbagai negara berebut tiket untuk dapat bermain di turnamen ini, pada
Piala Dunia yang dibuka 13 Juli 1930 tersebut pihak FIFA justru kesusahan
mencari peserta. Sebagai penyelenggaraan perdana, FIFA tidak mengadakan
mekanisme kualifikasi bagi setiap negara yang ingin bertanding. FIFA bahkan mengundang
seluruh asosiasi sepak bola di setiap negara untuk berpartisipasi di
kompetisi ini. Pada waktu itu, FIFA hanya memberikan batas akhir pendaftaran
bagi setiap negara untuk dapat diterima menjadi peserta Piala Dunia.
|
1.
Peristiwa
yang dimaksud terjadi pada 13 Juli 1930
2.
Peristiwa
tersebut terjadi di Karena FIFA tidak mengadakan mekanisme
kualifikasi bagi setiap negara yang ingin bertanding.
3.
Peristiwa
ini berawal FIFA bahkan mengundang seluruh
asosiasi sepak bola di setiap negara untuk berpartisipasi di kompetisi ini.
|
Undangan
FIFA ini mendapatkan respons besar dari beberapa negara di Benua Amerika.
Sementara itu, negara di Benua Eropa tidak begitu antusias merespons undangan
ini. Hal ini disebabkan oleh faktor jarak. Kedekatan jarak negara di Benua
Amerika dengan tempat penyelenggaraan turnamen sepak bola ini membuat mereka antusias
untuk mengikuti pertandingan. Sedangkan negara di Benua Eropa harus melakukan
perjalanan laut mengarungi Samudera Atlantik, karena pada saat itu jalur
udara menggunakan pesawat masih sangat jarang. Tentu saja perjalanan ini
menghabiskan biaya yang tidak sedikit dan waktu yang tidak sebentar.
|
1.
Peristiwa
tersebut terjadi di Benua Amerika
2.
Peristiwa
ini terjadi karena Faktor jarak
|
Hingga batas
akhir pendaftaran, FIFA tidak menerima satu pun konfirmasi keikutsertaan
negara di Eropa. Bahkan, pada dua bulan sebelum Piala Dunia digelar, pesertanya
masih berjumlah sembilan negara.
|
1. Peristiwa
ini berawal dari FIFA tidak menerima satu pun konfirmasi keikutsertaan negara di
Eropa.
|
Kondisi yang
demikian memaksa Jules Rimet turun tangan. Ia melobi beberapa negara Eropa
untuk ikut dalam Piala Dunia. Akirnya empat negara Eropa setuju untuk
berpartisipasi. Prancis memang dibujuk secara langsung oleh Jules Rimet untuk
ikut serta. Sementara itu, Belgia dirayu oleh Wakil Presiden FIFA, Rodolphe
Seldrayers. FIFA bahkan menyediakan kapal laut untuk mengantarkan negara yang
dibujuknya sampai ke tempat penyelenggaraan Piala Dunia di benua seberang.
|
1. Pelaku
dalam peristiwa tersebut adalah Jules Rimet, Prancis, Belgia, Rodolphe
Seldrayers, dan FIFA.
2. Peristiwa
tersebut terjadi di beberapa negara Eropa.
3. Peristiwa
ini terjadi karena Prancis memang dibujuk secara langsung
oleh Jules Rimet untuk ikut serta dan Belgia dirayu oleh Wakil Presiden FIFA,
Rodolphe Seldrayers.
4. Peristiwa
ini berawal dari beberapa negara Eropa untuk ikut dalam Piala Dunia.
|
Para pemain,
pelatih, dan ofisial tim Prancis, Belgia, dan Rumania berangkat menuju Benua
Amerika dengan menumpang kapal SS Conte Verde. Kapal ini juga mengangkut
Jules Rimet bersama tiga wasit dari Eropa, Jean Langenus (Belgia), Henri
Christophe (Belgia), dan Thomas Balway (Prancis). Kapal ini menjadi sangat istimewa
karena Jules Rimet membawa trofi Piala Dunia pertama. Sementara itu, pemain
dan pelatih dari negara Yugoslavia berangkat secara terpisah menggunakan
kapal Florida dari Pelabuhan Marseille.
|
1. Pelaku
dalam peristiwa tersebut adalah Para pemain, pelatih, dan ofisial tim
Prancis, Belgia, dan Rumania. Jules Rimet bersama tiga wasit dari Eropa, Jean
Langenus (Belgia), Henri Christophe (Belgia), dan Thomas Balway (Prancis).
2. Peristiwa
tersebut terjadi Benua Amerika.
3. Peristiwa
ini terjadi karena Jules Rimet membawa trofi Piala Dunia
pertama. Sementara itu, pemain dan pelatih dari negara Yugoslavia berangkat
secara terpisah menggunakan kapal Florida dari Pelabuhan Marseille.
4. Peristiwa
ini berawal dari para pemain, pelatih, dan ofisial tim Prancis, Belgia, dan
Rumania berangkat menuju Benua Amerika dengan menumpang kapal SS Conte Verde.
|
Kapal SS
Conte Verde memulai perjalanan bersejarah ini dari Pelabuhan Genoa dengan
mengangkut tim dari Rumania. Kapal ini lalu berlabuh di Dermaga Villefranche-sur-Mer
untuk menjemput tim Prancis. Sementara itu, tim Belgia menunggu di Pelabuhan Barcelona.
Kapal ini juga berlabuh di Dermaga Rio de Janeiro untuk menjemput tim Brasil.
Kapal milik Italia ini lalu menuju Pelabuhan Santos untuk menjemput beberapa
pemain lainnya. Kapal ini akhirnya sampai di Uruguay pada 4 Juni 1930, tepat
9 hari sebelum Piala Dunia perdana itu dimulai.
|
1. Pelaku
dalam peristiwa tersebut adalah tim
dari Rumania, tim Prancis, tim Belgia, dan tim Brasil.
2. Peristiwa
ini terjadi pada 4 Juni 1930, tepat 9 hari sebelum Piala Dunia perdana itu
dimulai.
3. Peristiwa
tersebut terjadi di Dermaga Villefranche-sur-Mer, Pelabuhan Barcelona, Dermaga Rio de
Janeiro, Pelabuhan Santos, dan Uruguay.
4. Peristiwa
ini terjadi karena Piala Dunia akan dimulai tepat 9 hari
lagi.
5. Peristiwa
ini berawal dari kapal SS Conte Verde memulai perjalanan bersejarah ini dari
Pelabuhan Genoa dengan mengangkut tim dari Rumania.
|
30 Juli 1930
menjadi saat bersejarah dalam dunia persebakbolaan, terutama bagi Uruguay yang
melanjutkan kemenangan pada Olimpiade 1924 dan 1928. Tuan rumah ini memenangi
Piala Dunia FIFA perdana dengan skor 4-2 mengalahkan negara tetangga sekaligus
rival mereka, Argentina.
|
1. Peristiwa
ini terjadi pada 30 Juli 1930 dan Olimpiade 1924 dan 1928.
2. Peristiwa
tersebut terjadi di Uruguay dan Argentina.
3. Peristiwa
ini terjadi karena tuan rumah ini memenangi Piala Dunia FIFA
perdana dengan skor 4-2 mengalahkan negara tetangga sekaligus rival mereka,
Argentina.
|
Akan tetapi,
kondisi politik-ekonomi dunia yang belum stabil menyebabkan jumlah peserta
Piala Dunia selanjutnya juga turut tidak stabil. Misalnya, pada Piala Dunia
1934 di Italia, jumlah peserta Piala Dunia menjadi enam belas negara dan pada
penyelenggaraan yang ketiga, 1938 di Prancis, peserta Piala Dunia berkurang
menjadi lima belas negara. Kompetisi ini bahkan sempat dihentikan selama 12
tahun (tiga kali penyelenggaraan) akibat Perang Dunia II. Pada 1950, Piala Dunia
kembali digelar di Brasil dengan hanya diikuti tiga belas negara.
|
1. Pelaku
dalam peristiwa tersebut adalah enam
belas Negara, lima belas Negara, dan tiga belas negara.
2. Peristiwa
ini terjadi pada Piala Dunia 1934, 1938, dan 1950
3. Peristiwa
tersebut terjadi di Italia, Prancis, dan Brasil.
4. Peristiwa
tersebut berawal dari kondisi politik-ekonomi dunia yang belum stabil menyebabkan
jumlah peserta Piala Dunia selanjutnya juga turut tidak stabil.
5. Peristiwa
itu terjadi karena Perang Dunia II.
|
Penyelenggaraan
Piala Dunia baru mulai stabil, setidaknya dilihat dari jumlah peserta, sejak
gelaran yang kelima di Swiss (1954). Sejak itu, jumlah peserta Piala Dunia tetap
enam belas negara hingga pelaksanaan yang kesebelas di Jerman barat (1978).
Mulai 1982, diselenggarakan di Spanyol, pihak FIFA kemudian menambah jumlah
peserta menjadi dua puluh empat negara. Jumlah ini terus bertambah hingga
Piala Dunia kelima belas di Amerika Serikat (1994).
|
1. Pelaku
dalam peristiwa tersebut adalah enam belas Negara dan dua puluh empat
negara.
2. Peristiwa
tersebut terjadi di Swiss, Jerman barat, Spanyol, dan Amerika Serikat.
3. Peristiwa
ini terjadi pada 1954, 1978, dan 1994.
4. Peristiwa
ini terjadi karena penyelenggaraan Piala Dunia baru mulai
stabil, setidaknya dilihat dari jumlah peserta.
|
Saat FIFA
menggelar Piala Dunia yang keenam belas di Prancis, jumlah peserta bertambah
menjadi tiga puluh dua negara. Jumlah ini bertahan hingga gelaran Piala Dunia
kedua puluh di Brasil (2014). Berdasarkan pernyataan Sepp Blatter (Presiden
FIFA) dan Michel Plattini (Presiden UEFA), jumlah tersebut dimungkinkan akan
terus bertambah hingga empat puluh negara peserta.
|
1. Pelaku
dalam peristiwa tersebut adalah enam belas Negara, tiga puluh dua Negara, empat
puluh negara peserta.
2. Peristiwa
tersebut terjadi di Prancis dan Brasil.
3. Peristiwa
ini terjadi pada 2014.
4. Peristiwa
ini berawal saat FIFA menggelar Piala Dunia yang keenam belas di Prancis, jumlah
peserta bertambah menjadi tiga puluh dua negara. Jumlah ini bertahan hingga
gelaran Piala Dunia kedua puluh di Brasil (2014).
|
Selain
mengenai jumlah pesera dalam Piala Dunia, bahasan lain yang tidak
kalah menarik untuk
diperbincangkan adalah trofi Piala Dunia itu. Trofi yang saat ini
selalu “keliling dunia” sebelum penyelenggaran Piala Dunia digelar itu
bukanlah trofi yang sejak awal
digunakan dalam Piala
Dunia. FIFA menggunakan
trofi bernama Jules Rimet Cupsejak awal gelaran turnamen besar ini hingga
Piala Dunia kesembilan pada 1970. Trofi pertama ini didesain oleh seorang
pemahat berkebangsaan Prancis, Abel Lafleur
|
1. Peristiwa
ini terjadi pada 1970.
2. Peristiwa
ini berawal dari trofi yang saat ini selalu “keliling dunia” sebelum penyelenggaran
Piala Dunia digelar itu bukanlah trofi yang sejak awal digunakan
dalam Piala Dunia.
|
Trofi Jules
Rimet ini kemudian digantikan oleh trofi FIFA World Cuppada gelaran Piala
Dunia kesepuluh (1974). Trofi ini dibuat oleh seorang pemahat asal Italia,
Silvio Gannaziga. Jerman merupakan
negara pertama yang
berhasil menyimpan trofi
ini. FIFA World Cup tersebut masih digunakan hingga gelaran Piala Dunia
kedua puluh di Brasil.
|
1. Pelaku
dalam peristiwa tersebut adalah Silvio Gannaziga.
2. Peristiwa
tersebut terjadi di Italia.
3. Peristiwa
ini terjadi pada 1974.
|
Mengidentifikasi
Konfiks pada Teks 3 : FIFA WORLD CUP BRAZIL
Paragraf
|
Kalimat
|
Konfiks
|
Makna
|
Fungsi
|
I
|
1.
Pesona sepak bola sebagai salah satu olahraga
paling top sejagat memang tak pernah pudar.
2.
Di setiap generasi, selalu saja muncul gelombang penggemarnya.
3.
Baik itu dipandang sebagai olahraga kesukaan maupun sekadar tontonan untuk
hiburan, sepak bola tidak pernah habis untuk diulik.
|
kesukaan
|
Menyatakan sesuatu hal atau
peristiwa yang telah terjadi.
|
Membentuk kata
benda.
|
II
|
1.
Sejarah Piala Dunia mulai digelar pada 1930 di
Uruguay.
2.
Sejak itu, Piala Dunia selalu digelar empat tahun
sekali.
3.
Maka, hingga penyelenggaraannya yang terakhir di
Brasil pada 2014, Piala Dunia telah berhasil digelar sebanyak dua puluh kali.
|
--
|
--
|
--
|
III
|
1.
Brasil merupakan negara yang paling banyak
mengoleksi trofi.
2.
Trofi yang berjumlah lima, Italia yang telah
meraih empat trofi, Jerman pun telah meraih jumlah trofi yang sama, Uruguay
juga meraih dua Trofi, kemudian Prancis mendapat satu trofi, serta Spanyol
dengan satu trofi.
|
--
|
--
|
--
|
IV
|
1.
Piala Dunia ini dicetus oleh Jules Rimet, Presiden
FIFA, FIFA
yang diketuainya saat itu sempat memasukkan sepak bola di Olimpiade 1924 yang
dimenangi Uruguay.
2.
Namun, gemanya belum besar. Akan tetapi,
turnamen ini gagal karena tidak memiliki banyak peminat, hanya diikuti oleh
empat tim.
|
--
|
--
|
--
|
V
|
1.
Pada 1930, akhirnya turnamen besar sepak bola ini
terwujud.
2.
Piala Dunia yang diprakarsai oleh Jules Rimet
pertama kali digelar di Uruguay.
3.
Negara ini terpilih karena telah menjadi juara
bertahan sepak bola pada Olimpiade.
4.
Selain itu, pada tahun tersebut bertepatan dengan
seratus tahun kemerdekaan Uruguay.
|
--
|
--
|
--
|
VI
|
1.
Untuk menggelar Piala Dunia, Uruguay melakukan persiapan
yang serius.
2.
Di Ibukota negara, Montevideo, dibangun sebuah
stadion raksasa bernama Stadion Centenario berkapasitas 95.000 penonton untuk
menyelenggarakan turnamen akbar ini.
|
persiapan
|
Menyatakan
hal proses.
|
Membentuk
kata benda
|
VII
|
1.
Pada Piala Dunia yang dibuka 13 Juli 1930 tersebut
pihak FIFA justru kesusahan mencari peserta.
2.
Pada waktu itu, FIFA hanya memberikan batas akhir pendaftaran
bagi setiap negara untuk dapat diterima menjadi peserta Piala Dunia.
|
pendaftaran
|
Menyatakan
hal perbuatan
|
Membentuk kata kerja
|
VIII
|
1.
Sementara itu, negara di Benua Eropa tidak begitu
antusias merespons undangan ini.
2.
Hal ini disebabkan oleh faktor jarak.
3.
Kedekatan jarak negara di Benua Amerika dengan
tempat penyelenggaraan turnamen sepak bola ini membuat mereka
antusias untuk mengikuti pertandingan.
4.
Sedangkan negara di Benua Eropa harus melakukan perjalanan laut mengarungi Samudera Atlantik,
karena pada saat itu jalur udara menggunakan pesawat masih sangat jarang.
Tentu saja perjalanan ini menghabiskan biaya yang tidak sedikit dan
waktu yang tidak sebentar.
|
pertandingan
perjalanan
|
Menyatakan hal
perbuatan.
Menyatakan
proses.
|
Membentuk
kata kerja
|
IX
|
1.
Hingga batas akhir pendaftaran, FIFA tidak
menerima satu pun konfirmasi keikutsertaan negara di Eropa.
2.
Bahkan, pada dua bulan sebelum Piala Dunia
digelar, pesertanya masih berjumlah sembilan negara.
|
pendaftaran
|
Menyatakan
hal pekerjaan
|
Membentuk
kata kerja
|
X
|
1.
Kondisi yang demikian memaksa Jules Rimet turun
tangan. Ia melobi beberapa negara Eropa untuk ikut dalam Piala Dunia.
2.
FIFA bahkan menyediakan kapal laut untuk
mengantarkan negara yang dibujuknya sampai ke tempat penyelenggaraan Piala
Dunia di benua seberang.
|
--
|
--
|
--
|
XI
|
1.
Kapal ini juga mengangkut Jules Rimet bersama tiga
wasit dari Eropa, Jean Langenus (Belgia), Henri Christophe (Belgia), dan
Thomas Balway (Prancis).
2.
Kapal ini menjadi sangat istimewa karena Jules
Rimet membawa trofi Piala Dunia pertama.
3.
Sementara itu, pemain dan pelatih dari negara
Yugoslavia berangkat secara terpisah menggunakan kapal Florida dari Pelabuhan
Marseille.
|
--
|
--
|
--
|
XII
|
1.
Kapal SS Conte Verde memulai perjalanan bersejarah
ini dari Pelabuhan Genoa dengan mengangkut tim dari Rumania.
2.
Kapal ini lalu berlabuh di Dermaga
Villefranche-sur-Mer untuk menjemput tim Prancis.
3.
Kapal ini akhirnya sampai di Uruguay pada 4 Juni
1930, tepat 9 hari sebelum Piala Dunia perdana itu dimulai.
|
perjalanan
pelabuhan
|
Menyatakan
hal proses.
Menyatakan
tempat.
|
Membentuk
kata kerja.
Membentuk
kata benda.
|
XIII
|
1.
30 Juli 1930 menjadi saat bersejarah dalam dunia persebakbolaan,
terutama bagi Uruguay yang melanjutkan kemenangan pada Olimpiade 1924 dan
1928. Tuan rumah ini memenangi Piala Dunia FIFA perdana dengan skor 4-2
mengalahkan negara tetangga sekaligus rival mereka, Argentina.
|
persebakbolaan
|
Menyatakan
peristiwa
|
Membentuk kata kerja
|
XIV
|
1.
Pada Piala Dunia 1934 di Italia, jumlah peserta
Piala Dunia menjadi enam belas negara dan pada penyelenggaraan yang ketiga,
1938 di Prancis, peserta Piala Dunia berkurang menjadi lima belas negara.
2.
Kompetisi ini bahkan sempat dihentikan selama 12 tahun (tiga kali penyelenggaraan)
akibat Perang Dunia II.
3.
Pada 1950, Piala Dunia kembali digelar di Brasil
dengan hanya diikuti tiga belas negara.
|
|||
XV
|
1.
Sejak itu, jumlah peserta Piala Dunia tetap enam
belas negara hingga pelaksanaan yang kesebelas di Jerman barat (1978).
2.
Mulai 1982, diselenggarakan di Spanyol, pihak FIFA
kemudian menambah jumlah peserta menjadi dua puluh empat negara.
3.
Jumlah ini terus bertambah hingga Piala Dunia
kelima belas di Amerika Serikat (1994).
|
pelaksanaan
|
Menyatakan
hal proses
|
Membentuk
kata kerja
|
XVI
|
1.
Saat FIFA menggelar Piala Dunia yang keenam belas
di Prancis, jumlah peserta bertambah menjadi tiga puluh dua Negara,
Berdasarkan pernyataan Sepp Blatter (Presiden FIFA) dan Michel Plattini
(Presiden UEFA), jumlah tersebut dimungkinkan akan terus bertambah hingga
empat puluh negara peserta.
|
pernyataan
|
Meyatakan
hal perbuatan
|
Membentuk
kata kerja
|
XVII
|
1.
Trofi yang saat ini selalu “keliling dunia”
sebelum penyelenggaran Piala Dunia digelar itu bukanlah trofi yang sejak awal
digunakan dalam Piala Dunia.
2.
FIFA menggunakan trofi bernama Jules Rimet Cup sejak awal gelaran turnamen
besar ini hingga Piala Dunia kesembilan pada 1970.
|
--
|
--
|
--
|
XVIII
|
1.
Trofi Jules Rimet ini kemudian digantikan oleh
trofi FIFA World Cup pada gelaran Piala Dunia kesepuluh (1974).
2.
Trofi ini dibuat oleh seorang pemahat asal Italia,
Silvio Gannaziga.
|
--
|
--
|
--
|
Mengidentifikasi
Konjungsi pada Teks 3 : FIFA WORLD CUP BRAZIL
Paragraf
|
Kalimat
|
konjungsi
|
I
|
1.
Pesona sepak bola sebagai salah satu olahraga
paling top sejagat memang tak pernah pudar.
2.
Di setiap generasi, selalu saja muncul
gelombang penggemarnya.
3.
Baik itu dipandang sebagai olahraga kesukaan maupun
sekadar tontonan untuk hiburan, sepak bola tidak pernah habis untuk
diulik.
4.
Salah satu kompetisi akbar yang sayang untuk
dilewatkan adalah Piala Dunia.
|
-
memang
-
selalu
-
maupun
-
untuk
-
yang
|
II
|
1.
Sejarah Piala Dunia mulai digelar pada
1930 di Uruguay, dengan hanya melibatkan tiga belas
negara, sembilan negara dari Benua Amerika (Amerika
Serikat, Argentina, Brasil, Bolivia, Chili, Bahasa Indonesia 43 Meksiko, Paraguay, Peru, dan Uruguay)
dan empat negara dari Benua Eropa (Prancis, Rumania, Belgia, dan Yugoslavia).
2.
Sejak itu, Piala Dunia selalu digelar empat tahun sekali.
3.
Akan tetapi, pada 1942 dan
1946, ajang penyelenggaraan Piala Dunia terpaksa ditunda karena
meletusnya Perang Dunia II.
4.
Maka, hingga penyelenggaraannya yang
terakhir di Brasil pada 2014, Piala Dunia telah berhasil digelar sebanyak dua
puluh kali.
5.
Dua puluh trofi
Piala Dunia berhasil
direbut oleh delapan
negara berbeda, yaitu
tiga negara dari Benua Amerika dan lima negara dari
Benua Eropa.
|
-
pada
-
dengan
-
dari
-
akan tetapi
-
pada
-
dan
-
karena
-
maka
-
hingga
-
oleh
-
yaitu
|
III
|
1.
Brasil
merupakan negara yang paling
banyak mengoleksi trofi.
2.
Trofi yang berjumlah lima itu diraih pada
1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002.
3.
Seperti halnya Italia yang telah
meraih empat trofi pada 1934, 1938, 1982, dan
2006, Jerman pun telah meraih jumlah trofi yang sama, yaitu
pada
1954, 1974, 1990, dan 2014.
4.
Lalu Argentina meraih dua trofi, tahun
1978 dan 1986.
5.
Uruguay juga meraih dua trofi pada
1930 dan 1950.
6.
Kemudian Prancis mendapat satu trofi pada
1998, Inggris juga dengan satu trofi pada 1966, serta Spanyol dengan
satu trofi pada 2010.
|
-
yang
-
pada
-
dan
-
telah
-
yaitu
-
lalu
-
juga
-
kemudian
-
serta
-
dengan
|
IV
|
1.
Piala Dunia ini dicetus oleh Jules Rimet,
Presiden FIFA, yang memiliki impian menggelar turnamen internasional sepak
bola.
2.
FIFA yang diketuainya saat
itu sempat memasukkan sepak bola di Olimpiade 1924 yang
dimenangi Uruguay.
3.
Namun, gemanya belum besar.
Selain itu, muncul
konflik siapa yang berhak mengatur turnamen itu, FIFA atau
Komite Olimpiade Internasional (IOC).
4.
Oleh sebab itu, FIFA mencoba
membuat turnamen sendiri pada 1928 dengan tuan rumah
Hungaria. Akan tetapi, turnamen ini gagal karena tidak memiliki
banyak peminat, hanya diikuti oleh empat tim.
|
-
oleh
-
yang
-
saat
-
namun
-
selain itu
-
atau
-
oleh sebab itu
-
pada
-
dengan
-
akan
-
karena
|
V
|
1.
Pada 1930, akhirnya turnamen besar sepak bola
ini terwujud.
2.
Piala Dunia yang diprakarsai oleh
Jules Rimet pertama kali digelar di Uruguay.
3.
Negara ini terpilih karena telah
menjadi juara bertahan sepak bola pada Olimpiade.
4.
Selain itu, pada tahun tersebut
bertepatan dengan seratus tahun kemerdekaan Uruguay.
|
-
akhirnya
-
yang
-
oleh
-
karena
-
telah
-
pada
-
selain itu
-
dengan
|
VI
|
Untuk menggelar Piala Dunia, Uruguay
melakukan persiapan yang serius. Dibukota negara,
Montevideo, dibangun sebuah stadion raksasa bernama Stadion Centenario
berkapasitas 95.000 penonton untuk menyelenggarakan turnamen
akbar ini.
|
-
yang
-
untuk
|
VII
|
1.
Jika saat ini berbagai negara berebut
tiket untuk dapat bermain di turnamen ini, pada Piala Dunia yang
dibuka 13 Juli 1930 tersebut pihak FIFA justru kesusahan mencari peserta.
2.
Sebagai penyelenggaraan perdana, FIFA tidak
mengadakan mekanisme kualifikasi bagi setiap negara yang
ingin bertanding.
3.
FIFA bahkan mengundang seluruh asosiasi
sepak bola di setiap negara untuk berpartisipasi di kompetisi
ini.
4.
Pada waktu itu, FIFA hanya memberikan
batas akhir pendaftaran bagi setiap negara untuk
dapat diterima menjadi peserta Piala Dunia.
|
-
saat
-
untuk
-
pada
-
yang
-
bagi
-
bahkan
|
VIII
|
1.
Undangan FIFA ini mendapatkan respons besar dari
beberapa negara di Benua Amerika.
2.
Sementara itu, negara di
Benua Eropa tidak begitu antusias merespons undangan ini.
3.
Hal ini disebabkan oleh faktor jarak.
4.
Kedekatan jarak negara di Benua Amerika dengan
tempat penyelenggaraan turnamen sepak bola ini membuat mereka antusias untuk
mengikuti pertandingan.
5.
Sedangkan negara di Benua Eropa harus
melakukan perjalanan laut mengarungi Samudera Atlantik, karena pada saat itu jalur udara
menggunakan pesawat masih sangat jarang.
6.
Tentu saja perjalanan ini menghabiskan
biaya yang tidak sedikit dan waktu yang tidak sebentar.
|
-
dari
-
sementara itu
-
disebabkan
-
oleh
-
dengan
-
untuk
-
sedangkan
-
karena
-
pada saat
-
tentu saja
-
dan
-
yang
|
IX
|
1.
Hingga batas akhir pendaftaran, FIFA tidak
menerima satu pun konfirmasi keikutsertaan negara di Eropa.
2.
Bahkan, pada dua bulan sebelum Piala Dunia
digelar, pesertanya masih berjumlah sembilan negara.
|
-
bahkan
-
pada
|
X
|
1.
Kondisi yang demikian memaksa Jules Rimet
turun tangan.
2.
Ia melobi beberapa negara Eropa untuk
ikut dalam Piala Dunia.
3. Akhirnya
empat negara Eropa setuju untuk berpartisipasi. Prancis
memang dibujuk secara langsung oleh Jules Rimet untuk
ikut serta.
4. Sementara
itu, Belgia dirayu oleh Wakil Presiden
FIFA, Rodolphe Seldrayers.
5. FIFA bahkan
menyediakan kapal laut untuk mengantarkan negara yang
dibujuknya sampai ke tempat penyelenggaraan Piala Dunia di benua
seberang.
|
-
yang
-
untuk
-
dalam
-
akhirnya
-
oleh
-
untuk
-
sementara itu
-
bahkan
|
XI
|
1.
Para pemain, pelatih, dan ofisial tim
Prancis, Belgia, dan Rumania berangkat menuju Benua Amerika dengan
menumpang kapal SS Conte Verde.
2.
Kapal ini juga mengangkut Jules Rimet
bersama tiga wasit dari Eropa, Jean Langenus (Belgia), Henri Christophe
(Belgia), dan Thomas Balway (Prancis).
3.
Kapal ini menjadi sangat istimewa karena
Jules Rimet membawa trofi Piala Dunia pertama.
4.
Sementara itu, pemain dan
pelatih dari negara Yugoslavia berangkat secara terpisah menggunakan
kapal Florida dari Pelabuhan Marseille.
|
-
dan
-
dengan
-
juga
-
karena
-
sementara itu
-
dari
|
XII
|
1.
Kapal SS Conte Verde memulai perjalanan bersejarah
ini dari Pelabuhan Genoa dengan mengangkut tim dari
Rumania.
2. Kapal ini lalu
berlabuh di Dermaga Villefranche-sur-Mer untuk menjemput tim Prancis.
Sementara
itu, tim Belgia menunggu di Pelabuhan Barcelona.
3. Kapal
ini juga berlabuh di Dermaga Rio de Janeiro untuk menjemput tim
Brasil.
4. Kapal
milik Italia ini lalu menuju Pelabuhan Santos untuk menjemput
beberapa pemain lainnya.
5. Kapal ini akhirnya
sampai
di Uruguay pada 4 Juni 1930, tepat 9 hari sebelum Piala Dunia
perdana itu dimulai.
|
-
dari
-
dengan
-
untuk
-
juga
-
lalu
-
akhirnya
-
sampai
-
pada
-
sebelum
|
XIII
|
1.
30 Juli 1930 menjadi saat bersejarah dalam
dunia persebakbolaan, terutama bagi Uruguay yang melanjutkan
kemenangan pada Olimpiade 1924 dan 1928. T
2.
uan rumah ini memenangi Piala Dunia FIFA perdana dengan
skor 4-2 mengalahkan negara tetangga sekaligus rival mereka,
Argentina.
|
-
saat
-
dalam
-
bagi
-
yang
-
pada
-
dan
-
dengan
-
sekaligus
|
XIV
|
1.
Akan tetapi, kondisi politik-ekonomi dunia yang
belum stabil menyebabkan jumlah peserta Piala Dunia selanjutnya juga turut
tidak stabil. Misalnya, ada piala Dunia 1934 di Italia, jumlah peserta
Piala Dunia menjadi enam belas negara dan pada penyelenggaraan yang
ketiga, 1938 di Prancis, peserta Piala Dunia berkurang menjadi lima belas
negara.
2.
Kompetisi ini bahkan sempat dihentikan selama
12 tahun (tiga kali penyelenggaraan) akibat Perang Dunia II. Pada 1950,
Piala Dunia kembali digelar di Brasil dengan hanya diikuti tiga belas
negara.
|
-
akan tetapi
-
yang
-
selanjutnya
-
misalnya
-
dan
-
pada
-
bahkan
-
selama
-
akibat
-
dengan
|
XV
|
1.
Penyelenggaraan Piala Dunia baru mulai stabil, setidaknya
dilihat dari jumlah peserta, sejak gelaran yang kelima di Swiss
(1954).
2.
Sejak itu, jumlah peserta Piala Dunia
tetap enam belas negara hingga pelaksanaan yang
kesebelas di Jerman barat (1978).
3.
Mulai 1982, diselenggarakan di Spanyol, pihak FIFA
kemudian
menambah jumlah peserta menjadi dua puluh empat negara. Jumlah ini terus
bertambah hingga Piala Dunia kelima belas di Amerika Serikat (1994).
|
-
setidaknya
-
dari
-
yang
-
sejak itu
-
hingga
-
yang
-
kemudian
-
terus
|
XVI
|
Saat
FIFA menggelar Piala Dunia yang keenam belas di Prancis,
jumlah peserta bertambah menjadi tiga puluh dua Negara, berdasarkan
pernyataan Sepp Blatter (Presiden FIFA) dan Michel Plattini (Presiden
UEFA), jumlah tersebut dimungkinkan akan terus bertambah hingga
empat puluh negara peserta.
|
-
yang
-
dan
-
akan
-
terus
-
hingga
|
XVII
|
1.
Selain mengenai jumlah pesera dalam Piala Dunia,
bahasan lain yang tidak kalah
menarik untuk diperbincangkan adalah
trofi Piala Dunia itu.
2.
Trofi yang saat ini selalu “keliling
dunia” sebelum penyelenggaran Piala Dunia digelar itu bukanlah trofi
yang
sejak awal digunakan dalam Piala Dunia.
3.
FIFA menggunakan trofi bernama Jules Rimet Cup sejak awal gelaran turnamen
besar ini hingga Piala Dunia kesembilan pada 1970.
|
-
dalam
-
yang
-
untuk
-
sebelum
-
dalam
-
hingga
-
pada
|
XVIII
|
1.
Trofi Jules Rimet ini kemudian digantikan oleh
trofi FIFA World Cup pada gelaran Piala Dunia kesepuluh
(1974).
2.
Trofi ini dibuat oleh seorang pemahat
asal Italia, Silvio Gannaziga.
3.
Jerman merupakan
negara pertama yang berhasil
menyimpan trofi ini. FIFA World Cup tersebut masih
digunakan hingga gelaran Piala Dunia kedua puluh di Brasil.
|
-
kemudian
-
oleh
-
pada
-
yang
-
hingga
|
Mengidentifikasi
Kata Baku dan Kata Tidak Baku
Paragraf
|
Identifikasi Teks
|
Kata Baku
|
Kata Tidak Baku
|
I
|
1.
Sebelum terbentuknya ASEAN pada 1967, beberapa
negara di Asia Tenggara telah melakukan berbagai upaya untuk membentuk kerja
sama regional di kawasan ini, seperti ASA (Association of Southeast Asia),
Maphilindo (Malaya, Philipina, Indonesia), dan SEAMEO (South East Asian
Ministers of Education Organization), maupun dengan negara di luar kawasan
ini, seperti SEATO (South East Asia Treaty Organization) dan ASPAC (Asia and
Pacific Council).
2.
Komunikasi antara negara Asia Tenggara dengan
negara di luar kawasan tersebut telah berkembang dalam ECAFE (Economic
Commission for Asia and the Far East), Colombo Plan, dan KAA (Konferensi Asia
Afrika).
|
--
|
--
|
II
|
ECAFE
dibentuk pada 28 Mei 1947 yang kemudian diubah menjadi ESCAP (Economic and
Social Commission for Asia and the Pacific), yaitu badan khusus PBB yang
banyak memberikan inspirasi bagi pertumbuhan kerja sama regional di Asia
Tenggara.
|
--
|
--
|
III
|
1.
Colombo Plan, yang terbentuk pada 1950 dimaksudkan
untuk meningkatkan kerja sama ekonomi di Asia Selatan dan Asia Tenggara.
2.
Akan tetapi, keanggotaannya tidak berasal dari
suatu kawasan tertentu dan operasinya bersifat bilatelaral, sehingga tidak
sepenuhnya mencerminkan kerja sama regional.
3.
Walaupun demikian, keberadaannya bermanfaat untuk
memberikan 26 Kelas XII Semester 1 dorongan pentingnya kerja sama
regional Asia Tenggara dalam pertemuan konsultatif The Asia Union di Baguio,
Filipina.
4.
Pertemuan dimaksudkan agar suara Asia lebih
didengar di PBB dan mendorong kerja sama di bidang ekonomi dan sosial
antarnegara di Asia. Namun, gagasan tersebut tidak berlanjut.
|
--
|
--
|
IV
|
1.
SEATO yang dibentuk pada 1954 merupakan kerja sama
di bidang pertahanan dengan dasar pembentukannya bercorak anti komunis.
2.
Dari delapan anggotanya, hanya dua dari Asia
Tenggara, yaitu Filipina dan Thailand. Kegiatannya tidak mencerminkan
kepentingan berbagai negara di kawasan Asia Tenggara, sehingga akhirnya
dibekukan pada 1977.
|
--
|
--
|
V
|
1.
KAA yang diselenggarakan di Bandung pada 1955
mencetuskan Dasa Sila Bandung, antara lain memuat prinsip hubungan
antarnegara yang didasarkan pada penghormatan kedaulatan dan integritas
wilayah semua negara atas dasar kesamaan, kemerdekaan, koeksistensi secara
damai, penyelesaian semua pertikaian secara damai, mendorong kerja sama timbal-balik,
serta penghormatan pada keadilan dan kewajiban internasional.
2.
Berbagai prinsip tersebut mendorong lahirnya
gerakan solidaritas Asia Afrika dan gerakan Non Blok.
3.
KAA yang diikuti oleh 29 negara dari kedua benua
tersebut mengeluarkan Komunike bersama untuk meningkatkan kerja sama di
bidang ekonomi, sosial budaya, dan politik. Walaupun demikian, KAA tidak
dimaksudkan secara khusus untuk membentuk kerja sama regional bagi kedua
benua.
|
--
|
--
|
VI
|
1.
Pembentukan ASA pada 1961 bertujuan memajukan
kerja sama ekonomi dan kebudayaan di antara negara anggotanya, Malaya,
Filipina, dan Thailand.
2.
Kemudian, pada 1963 dibentuk Maphilindo yang
merupakan forum kerja sama antara Malaya, Filipina, dan Indonesia. Dasar
pembentukannya berpegang pada Piagam PBB, Deklarasi Bandung, serta persamaan
ras.
3.
ASA tidak dapat bertahan lama karena Indonesia
tidak ikut di dalamnya. Maphilindo lebih singkat lagi umurnya karena
sempitnya dasar kerja sama.
4.
Kegagalan kedua kerja sama tersebut juga
dipengaruhi oleh adanya pertentangan dan saling curiga di antara negara
anggotanya.
|
--
|
--
|
VII
|
1.
ASPAC yang dibentuk pada 1961 beranggotakan
Jepang, Malaysia, Thailad, Filipina, Australia, dan Selandia Baru.
2.
Meskipun menitikberatkan pada kerja sama ekonomi,
tetapi Bahasa Indonesia 27 dengan melihat
komposisi anggotanya terdapat kecondongan politik pada salah satu blok.
3.
Kelemahan yang menonjol ialah keanggotaan Taiwan.
4.
Setelah terjalinnya hubungan RRC dengan negara
anggota ASPAC, maka keberadaan ASPAC berakhir.
|
--
|
--
|
VIII
|
1.
Pada 1965 didirikan SEAMEO dengan maksud memajukan
kerja sama antara bangsa Asia Tenggara melalui pendidikan, pengetahuan, dan
kebudayaan. Indonesia, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan
Vietnam merupakan pendirinya.
2.
Organisasi ini juga memiliki Associate Members dan
Affiliate Members. Markas besarnya di
Bangkok dan keanggotaannya kemudian meliputi negara ASEAN dan nonASEAN.
|
--
|
--
|
IX
|
1.
Tumbuhnya kesadaran akan perlunya kerja sama untuk
meningkatkan taraf hidup di antara bangsa sekawasan, sekaligus meredakan rasa
saling curiga, mendorong mereka mengupayakan pengembangan kerja sama.
2.
Perkembangan geopolitik Asia Tenggara sesudah 1965
sangat memengaruhi usaha untuk mencari pemecahan bersama atas berbagai
masalah yang dihadapi negara di kawasan ini.
|
--
|
--
|
X
|
1.
Pada 1965 Singapura yang memisahkan diri dari
Federasi Malaysia berusaha untuk membuka hubungan dengan negara tetangganya.
2.
Di Indonesia, Pemerintahan Orde Baru yang lahir
menyusul kegagalan Gerakan 30 September 1965 yang didalangi PKI, kemudian
melakukan upaya untuk mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia serta
mengusahakan terjalinnya hubungan yang lebih bersahabat dengan negara
tetangganya.
3.
Di Filipina, Marcos yang terpilih menjadi presiden
menggantikan Macapagal mengambil kebijakan untuk memulihkan hubungan
diplomatik dengan Malaysia.
|
--
|
--
|
XI
|
1.
Dampak
positif dari meredanya
rasa saling curiga
dan konflik antara bangsa di
Asia Tenggara mendorong pembentukan organisasi kerja sama regional.
2.
Pertemuan konsultatif yang dilakukan secara
intensif antara para Menteri Luar Negeri Indonesia, Malaysia, Filipina,
Singapura, dan Thailand yang menghasilkan rancangan Joint Declaration, yang
mencakup kesadaran akan perlunya peningkatan saling pengertian untuk hidup
bertetangga secara baik, serta kerja sama yang bermanfaat di antara negara
yang sudah terikat oleh pertalian sejarah dan kebudayaan.
3.
Dalam pertemuan 8 Agustus 1967 di Bangkok, 28 Kelas XII
Semester 1 ditandatanganilah Deklarasi ASEAN atau Deklarasi Bangkok
oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia dan Menteri Luar Negeri Indonesia,
Filipina, Singapura, dan Thailand yang menandai berdirinya Association of
South East Asian Nations (ASEAN) yang berarti Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia
Tenggara.
|
--
|
--
|
Mengabstraksikan
Teks FIFA WORLD CUP BRAZIL
Pesona
sepak bola sebagai salah satu olahraga paling top sejagat memang tak pernah
pudar. Di setiap generasi, selalu saja muncul gelombang penggemarnya. Baik itu
dipandang sebagai olahraga kesukaan maupun sekadar tontonanuntuk hiburan, sepak
bola tidak pernah habis untuk diulik.
Sejarah
Piala Dunia mulai digelar pada 1930 di Uruguay, Sejak itu, Piala
Dunia selalu digelar empat tahun sekali. Maka, hingga
penyelenggaraannya yang terakhir di Brasil pada 2014, Piala Dunia telah
berhasil digelar sebanyak dua puluh kali.
Brasil
merupakan negara yang paling banyak mengoleksi trofi. Trofi yang berjumlah lima,
Italia yang telah meraih empat trofi, Jerman pun telah meraih jumlah trofi Yang
sama, Uruguay juga meraih dua Trofi, Kemudian Prancis mendapat satu trofi, serta
Spanyol dengan satu trofi.
Piala
Dunia ini dicetus oleh Jules Rimet, Presiden FIFA, FIFA
yang diketuainya saat itu sempat memasukkan sepak bola di Olimpiade 1924 yang
dimenangi Uruguay. Namun, gemanya belum besar. Akan tetapi,
turnamen ini gagal karena tidak memiliki banyak peminat, hanya diikuti oleh
empat tim.
Pada
1930, akhirnya turnamen besar sepak bola ini terwujud. Piala Dunia yang
diprakarsai oleh Jules Rimet pertama kali digelar di Uruguay. Negara ini
terpilih karena telah menjadi juara bertahan sepak bola pada Olimpiade. Selain
itu, pada tahun tersebut bertepatan dengan seratus tahun kemerdekaan Uruguay.
Untuk
menggelar Piala Dunia, Uruguay melakukan persiapan yang serius. Dibukota
negara, Montevideo, dibangun sebuah stadion raksasa bernama Stadion Centenario
berkapasitas 95.000 penonton untuk menyelenggarakan turnamen akbar ini.
Pada
Piala Dunia yang dibuka 13 Juli 1930 tersebut pihak FIFA justru kesusahan
mencari peserta. Pada waktu itu, FIFA hanya memberikan
batas akhir pendaftaran bagi setiap negara untuk dapat diterima menjadi peserta
Piala Dunia.
Sementara
itu, negara di Benua Eropa tidak begitu antusias merespons undangan ini. Hal
ini disebabkan oleh faktor jarak. Kedekatan jarak negara
di Benua Amerika dengan tempat penyelenggaraan turnamen sepak bola ini membuat
mereka antusias untuk mengikuti pertandingan. Sedangkan negara
di Benua Eropa harus melakukan perjalanan laut mengarungi Samudera Atlantik,
karena pada saat itu jalur udara menggunakan pesawat masih sangat jarang. Tentu
saja perjalanan ini menghabiskan biaya yang tidak sedikit dan waktu yang tidak
sebentar.
Hingga
batas akhir pendaftaran, FIFA tidak menerima satu pun konfirmasi keikutsertaan
negara di Eropa. Bahkan, pada dua bulan sebelum Piala Dunia digelar, pesertanya
masih berjumlah sembilan negara.
Kondisi
yang demikian memaksa Jules Rimet turun tangan. Ia melobi beberapa negara Eropa
untuk ikut dalam Piala Dunia. FIFA bahkan menyediakan kapal laut
untuk mengantarkan negara yang dibujuknya sampai ke tempat penyelenggaraan
Piala Dunia di benua seberang.
Kapal
ini juga mengangkut Jules Rimet bersama tiga wasit dari Eropa, Jean Langenus
(Belgia), Henri Christophe (Belgia), dan Thomas Balway (Prancis). Kapal ini
menjadi sangat istimewa karena Jules Rimet membawa trofi Piala Dunia pertama.
Sementara itu, pemain dan pelatih dari negara Yugoslavia berangkat secara
terpisah menggunakan kapal Florida dari Pelabuhan Marseille.
Kapal
SS Conte Verde memulai perjalanan bersejarah ini dari Pelabuhan Genoa dengan
mengangkut tim dari Rumania. Kapal ini lalu berlabuh di Dermaga
Villefranche-sur-Mer untuk menjemput tim Prancis. Kapal
ini akhirnya sampai di Uruguay pada 4 Juni 1930, tepat 9 hari sebelum Piala
Dunia perdana itu dimulai.
30
Juli 1930 menjadi saat bersejarah dalam dunia persebakbolaan, terutama bagi
Uruguay yang melanjutkan kemenangan pada Olimpiade 1924 dan 1928. Tuan rumah
ini memenangi Piala Dunia FIFA perdana dengan skor 4-2 mengalahkan negara
tetangga sekaligus rival mereka, Argentina.
Pada
Piala Dunia 1934 di Italia, jumlah peserta Piala Dunia menjadi enam belas
negara dan pada penyelenggaraan yang ketiga, 1938 di Prancis, peserta Piala
Dunia berkurang menjadi lima belas negara. Kompetisi ini bahkan sempat
dihentikan selama 12 tahun (tiga kali penyelenggaraan) akibat Perang Dunia II.
Pada 1950, Piala Dunia kembali digelar di Brasil dengan hanya diikuti tiga
belas negara.
Sejak
itu, jumlah peserta Piala Dunia tetap enam belas negara hingga pelaksanaan yang
kesebelas di Jerman barat (1978). Mulai 1982, diselenggarakan di Spanyol, pihak
FIFA kemudian menambah jumlah peserta menjadi dua puluh empat negara. Jumlah
ini terus bertambah hingga Piala Dunia kelima belas di Amerika Serikat (1994).
Saat
FIFA menggelar Piala Dunia yang keenam belas di Prancis, jumlah peserta
bertambah menjadi tiga puluh dua Negara, Berdasarkan pernyataan Sepp Blatter
(Presiden FIFA) dan Michel Plattini (Presiden UEFA), jumlah tersebut
dimungkinkan akan terus bertambah hingga empat puluh negara peserta.
Trofi
yang saat ini selalu “keliling dunia” sebelum penyelenggaran Piala Dunia
digelar itu bukanlah trofi yang sejak
awal
digunakan dalam Piala Dunia. FIFA menggunakan trofi bernama Jules Rimet Cup sejak awal gelaran turnamen
besar ini hingga Piala Dunia kesembilan pada 1970.
Trofi
Jules Rimet ini kemudian digantikan oleh trofi FIFA World Cup pada gelaran
Piala Dunia kesepuluh (1974). Trofi ini dibuat oleh seorang pemahat asal
Italia, Silvio Gannaziga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar